Tampilkan postingan dengan label my pharna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my pharna. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

PROLOG(ue)


Ibarat novel, hari-hari kuliah juga punya tahapan episode yang kian hari kian menuju klimaksnya. Minggu ini anggap saja bagian dari sebuah prolog dari kisah perjalanan semester empat ke depan.
Sebelum hari-hari yang membutuhkan “survive” extra datang, aku ingin menyemangati diri sendiri lewat prolog ini, untuk tidak malas bahkan tertarik untuk membaca(alias melewati) hari demi hari ke depan…
Oke… PROLOG (UE)
Seperti biasa, syarat buat ikutan kuliah tiap semesternya musti KRS-an dan cari kelas, berhubung aku kuliahnya sistem paketan nih ceritanya, jadi mau gak mau harus ikut alur mata kuliah yang harus aku ambil tiap semesternya, ada sih yang boleh diambil di luar paket (kayak pake hemat aja), Cuma aku lebih suka tepat waktu dan tidak terburu-buru (muahaha, ngeles). Jadi ceritanya, buat semester ini yang wajib diambil itu 21 sks, sedikit bagi sodara-sodara yang kuliahnya gak ada ngelab, buat yang di fak.Farmasi nih atau fak lain yang 1 sks praktikumnya sebanding dengan 2 sks kuliahnya, ini bikin ngilu kepala sodara-sodara, dan lebih membuat krik krik adalah praktikum nya 10 sks, jadi waktu bergelimang di kampus sama dengan ambil 31 sks. (gak lucu)
Hari senin…
Jam Sembilan pagi udah stand by nih ceritanya buat menyambut mikro-Imuno-Parasitologi, 4 sks kuliah, 1 sks praktikum, prolog dari si Mikro-imuno-parasitologi ini,
“mikroorganisme itu apa aja sih macemnya, yang mana sih yang patogen atau non-patogen? Gimana bisa sih si makhluk imyut ini menginfeksi tubuh kita? Trus apa sih respons tubuh kita dalam menyambut kehadirannya???” –OK, tertarik—
Abis itu jam 11-12.30 break sholat n makan (dan mengurusi kesibukan lainnya yang tidak kalah menguji kesabaran)
Jam 13.00 teeeeet kemaren masih responsi nih buat praktikum, 3,5 jam duduk di atas kursi tanpa sandaran mendengarkan dosen mendongeng tentang KLT, Spektrofotometri UV-Vis dan sahabat2nya itu ternyata efektif sekali mempercepat ngantuk daripada sedativum, dan juga bikin tulang remuk, selama 3,5 jam itu si ANALISIS FARMASI I (masih ada yang ke-2 kok) itu berprolog…
“Quality control, Quality Assurance, bio availability, bio equivalency, research and development, Active pharmaceutical ingredient, HPLC, KLT, Spektrofotometri UV-Vis could be summarized into one word, PHARMACIST” –MONG—melting—proud—nervous—
Pulang dengan sedikit rasa bangga menjadi calon orang yang sangat berpengaruh besar dalam terapi sebuah penyakit, tapi juga dengan rasa khawatir, Can I make it???
Hari Selasa…
Berhubung matakuliahnya sama kaya hari senin, jadi yang di bahas –idem—
Cuma lucunya, di praktikum mikro-imuno-parasitologi itu main sama yang namanya bakteri, dicuil-cuil, diwarnai, di intip-intip pake mikroskop, sedikit khawatir terkontaminasi -_-‘’
Hari Rabu…
Setelah ketiga kalinya berturut-turut tiap semester ketemu sama yang namanya mata kuliah PRESKRIPSI, berhubung udah yang ketiga kalinya, jadi namanya juga PRESKRIPSI III. Masih ada yang mengira ini mata kulaih artinya SEBELUM SKRIPSI gak??? Jangan salah paham sodara-sodara, ini bukan berarti saya udah mau skripsian, preskripsi disini adalah bahasa serapan dari bahasa inggris PRESCRIPTION yang artinya RESEP, ketipu yaaa? :D
Si Sohib PRESKRIPSI III ini memulai prolognya hampir mirip sama dengan yang kemaren2,
“Bagaimana seorang farmasis mengolah suatu resep mulai dari diterima dari pasien sampai di serahkan lagi ke pasien dalam bentuk sediaan obat, apakah obatnya sudah benar dalam proses peracikannya, apakah terjamin stabilitasnya? Apakah terjamin kualitasnya sampai diminum oleh pasien? Apakah terbungkus dalam bentuk yang meyakinkan? Apakah dan apakah… semua diperiksa, setiap kesalahan mendapat nilai minus.”(yang bisa-bisa membuat nilai kamu se absolute donut).

Abis mojok sama si PRESKRIPSI III di lantai dua, jam satu musti siap-siap ketemu dosen-dosen hebat dari departemen KIMIA FARMASI buat mata kuliah KIMIA SINTESIS. Sebenarnya, si KIMIA SINTESIS ini anaknya si tuan KIMIA ORGANIK I dan nyonya KIMIA ORGANIK II, melahirkan mata kuliah baru yang isinya nurun dari bapak sama emaknya. Cuma buat si anak, kita gak pake teori lagi, langsung TO THE LAB.
Ketemu sama “DOSWAL  gueh” si Prof yang terkenal galak padahal lebih mirip nenek ngomong sama cucunya, keliatan kolot tapi perhatian bweud,si KIMSIN dan pasukannya berprolog…
“Mau tidak mau, suka tidak suka, buat menunjang kebutuhanmu bisa ngulek-ngulek sediaan obat, melintiri kandungan senyawa aktifnya pake alat-alat HIGH-Tech, lu lu pada musti nge-Lab sama alat-alat itu, tau cara aman main sama alat-alat LAB, tau metode apa aja yang bisa dipake buat test pake alat-alat semacam Kromatografi dan sahabat-sahabatnya, kalo ga gitu, bukan Farmasis namanya” –mbongkari si tuan KIMOR I dan nyonya KIMOR II “LAGI”—

Hari Kamis…
-gombal ala Farmasi Fisik Edition-
Jadi ceritanya mulai jam 08.00 sampe jam 13.00 giliran si Farm.Fis ini yang berprolog, berhubung ini mata kuliah menguasai sehari penuh, prolognya agak-agak panjang dan…
“Manusia dan Karbon… dua makhluk yang sama-sama dilihat diniali dari proses pengolahnnya.
Karbon adalah senyawa yang memiliki tiga bentukan, yaitu arang, grafit, dan intan. Bicara masalah intan dan arang, keduanya sama-sama berbahan dasar karbon, tapi lihatlah nilai ekonomisnya, lihatlah bagaimana manusia memperlakukan keduanya? Berbeda bukan? Yang satu lebih dicari dan diberi harga mahal karena keindahannya dan kemampuannya yang luar biasa, intan, dengan proses pembuatan yang membutuhkan waktu lama, tempaan demi tempaan, dalam temperature yang tinggi, menghasilkan konsistensi yang kuat, berkilau, dan mampu memotong baja. Arang, dihasilkan dari pembakaran tak sempurna, banyak dimana-mana, cepat mendapatkannya, tapi harganya…??? Begitu pula manusia, pilihlah salah satu bentuk yang kita inginkan, Arang atau Intan?” –eeaaa—
Hari Jum’at…
SIMPLISIA DAY, si farmakognosi menambah goresan pelangi dalam wahana farmasi :D
Si Farmakognosi ini berprolog…
“Tuhan menciptakan Gen dalam tubuh manusia dengan kemampuan tidak dapat rusak meski telah berbentuk fosil, setiap manusia punya karakteristik masing-masing yang bisa di kenali oleh orang di sekitarnya. Kita nih sebagai farmasis, yang hidup di sekitar banyak tumbuhan berkhasiat, harus hapal juga sama karateristik dan silsilah tumbuhan mulai dari apakah dia punya bulu di ketiak daun, silsilah keluarga berikut nenek moyangnya, sampe yang namanya ciri-ciri anatominya. Jadi kalo diaduk-aduk sama tumbuhan laen, kita bisa liat yang mana yang sodaraan, yang mana yang punya tepung, yang mana yang baunya wangi, sampe yang berasa pait to the max bisa ketahuan. LUAR BIASA. Dan jangan berputus asa dengan masa depan jamu dan herbal di Indonesia, Herbal medicine bisa saja diterapkan di Indonesia dengan kekayaan SDA nya yang luar biasa, cumaaa gimana caranya nih si farmasis membujuk-bujuk seantero-Indoneisa yakin bahwa pengobatan herbal itu juga menjanjikan bahkan jauh lebih aman J
Harusnya, hari ngampus berakhir jam sebelas setelah kuliah FArmakognosi, cumaaaaa I couldn’t describe what I have done after that, it’s too too too menggeramkan (aaapaaa coba??!! -_-!)
Hingga akhirnya kepulangan ke kos sampai jam 18.00 sore, kalo udah begitu jangan dekat-dekat saya, bisa-bisa aromanya ngalah-ngalahin Asam Asetat, bhahahaha. :D
Okeee. Itulah MINGGU PROLOG(UE) kuliah semester IV di fakultas farmasi Universitas Airlangga tercinta.
Before My Hectic day is Coming, I gotta “manufacturing” a ton of SPIRIT.


Senin, 07 Januari 2013

Si Cantik Putih, Si Orthosiphon Stamineus

Orthosiphon stamineus (Kumis Kucing)

Kumis Kucing, untuk ukuran tanaman mujarab yang terkenal ini, pastilah banyak orang yang mengenalnya dengan baik atau paling tidak pernah mendengar nama lokal si cantik putih ini.
Pengalaman ke kebun Raya purwodadi dan materia Medika di Malang akhir tahun kemarin banyak meninggalkan kesenangan dan pengetahuan lanjut tentang tanaman obat.
Salah satunya ya si cantik favorit saya ini, kenalan yuuuk...

Nama ilmiah  : Orthosiphon stamineus
Sinonim          : O. aristatus (Bl.) Miq, O. grandiflorus Bold., O. grandiflorum etaristatum Bl.
Nama Lokal  : Kumis kucing
nama simplisia  : ortosiphi herba (Herba kumis kucing)
familia : Lamiaceae (Labiatae)

Deskripsi :
Tumbuhan cantik mungil ini memiliki habitus Herba, batangnya bulat mungil berkayu dan beruas, memiliki rambut pendek atau gundul. Daunnya memiliki apex folii acuminatus (meruncing) ; basis folli acutus (runcing) dan margo folii serratus (bergerigi). Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan, stamennya lebihn panjang dibanding petal. Warnanya putih atau putih keunguan. Buahnya berbentuk bulat telur, dan berwarna coklat saat masak (tua). cara budidayanya cukup mudah, dengan stek batang atau dengan bijinya.
afina : koleksi Materia Medika Malang
Khasiat :
Infeksi ginjal akut kronis
infeksi kandung kencing (sistisis)
kencing batu
sembab karena timbunan cairan di jaringan (edema)
kencing manis (diabetes mellitus)
tekanan darah tinggi
rematik gout
Bagian tumbuhan yang digunakan :
Herba atau seluruh baigan tanaman kecuali akar baik dalam bentuk simplisia maupun yang masih segar.
Cara mengkonsumsi :
rebus 30-60 mg herba kering  atau 90-120 mg herba segar, minum air rebusnnya.

Sumber : Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2 oleh Dr. Setiawan Dalimartha

---Yaaa, posting di atas menjadi sedikit hiburan dan penyemangat buat ujian Botani farmasi II lusa, bahwa menghafalkan banyak ordo familai sampai puluhan spesies tanaman Obat  bahkan mencapai angka seratus itu menyenangkan. yaa menyenangkan, karena ini juga bagian dari kompensasi sebuah keputusan, bhahaha. keputusan berada di fakultas paling keren sejagad raya (dalam hal ilmu dunia :D). Botfar-aaa 아 해 요... 사 랑 해 요--- 
#puhahahaha

Rabu, 07 Maret 2012

Why Pharmacy should be


Pengalaman baru sebagaia mahasiswa farmasi itu adalah ketika ditanya oleh sesorang sedang kuliah di jurusan apa. Lalu saya menjawab di jurusan farmasi, dalam benak mereka atau tak jarang juga terucap langsung, saya akan menghadapi ujian besar dan kemelaratan layaknya paceklik selama masa studi saya, katanya farmasi itu kulahnya lama, sulit, dan prospeknya juga gak jauh2 dari kerja di apotek nungguin orang cari bodrexin -_-
Fufufufuf, malangnya saya saat mendengar komentar mereka, atau kalau tidak dengan komentar horror macam di atas, anda akan mendapati komentar bahwa pasti anda adalah orang yang hebat bisa  masuk (dan bertahan) di fakultas yang luar biasa (menyiksanya) itu.
Nah itu komentar yang kadang bikin saya bangga tapi kadang juga bikin saya garuk2 dinding kamar.
Tapi setelah melalui satu semester saja dan sekarang sudah memasuki wahana semester 2, saya mulai tahu arti keberadaan seorang farmassis dan kenapa jurusan ini layak saya pertahankan.
Pertama, karena ini memang pilihan saya dan do’a saya pada allah.
Saya anggap ini adlah nikmat yang haram hukumnya untuk di kufuri (ahahahaha)
Yang kedua, bagaimana bias saya meninggalkan jrusan yang luar biasa kompleks dalam hal mata kuliahnya,
Sebagai bayangan nyata bagi anda, kuliah di jurusan yang hebat ini anda akan menjadi orang yang multitalenta, apa saja?
Di semester pertama anda menginjakkan kaki di hutan belantara farmasi ini anda akan menjumpai makhluk yang bernama matematika dan fisika.
Matematika anda harus di atas rata-rata, bagaimana tidak, kita di beri soal menghitung kadar alcohol menggunakan metode matriks. Menghitung rata2 efisiensi obat  dalam suatu sampel, dan sederet hal “menyenangkan lainnya” bersama matematika dan rumusnya sampai berlembar-lembar
Fisika di sini anda akan di beri kuliah mengenai termodinamika, cahaya, optic, fluida, dan kawan2 karib mereka. Di tambah praktikum mirip punya anak FSAINTEK . mulai dari berpacaran dengan oli, timbangan alias yang mereka sebut neraca, thermometer, teleskop, osiloskop, viscometer Oswald. Wawaaa, banyak deh, kalau pikiran awam anda masih bertanya2 untuk apa calon farmasist belajar fisika (seperti halnya saya saat masih di sma) jawaban anda akan terjawab saat anda mengunjungi pabrik pembuatan obat, hahahah. Di sana, obat dibuat dengan kecepatan mesin tertentu, suhu tertentu, pereaksi tertentu, dan teknologi mesin yang mampu menunjang keefisienan obat, kalau kita gak ngerti fisika, apalah yang akan kita lakukan pada semua instrument itu? So. Fisikaaaa, GARAP GAN!!!
Selain itu anda dituntut memiliki jiwa seni yang tinggi. Kenapa? Tau gak, apa sih definisi farmasi itu?
PARMACY is the art and science of preparing and dispensing medication and the provision of drug and related information to the public.
Mungkin sodara2 bertanya2 di sisi mananya nilai seni di bidang farmasi, mari saya tunjukkan.
Farmasi bekerja di bidang penyediaan bahan obat dan menyerahkannya kepada konsumen.  Obat dalam sediaan asli pada umumnya memiliki bentuk, rasa, dan warna yang tidak enak di lihat, hihi. Tapi karena seorang farmasis memliki jiwa seni yang sangat baik, mereka mengolah sediaan itu menjadi bentuk obat yang menarik paling tidak orang percaya bahwa obat itu akan memberi  efek kesembuhan bukan malah mematikan. Mulai dari penambahan senyawa lain hingga rasa obat yang begitu pahit berkurang, bentuk kemasan yang tidak menakutkan dan efisien, jenis sediaan yang beraneka ragam, ada yang gel, salep(semi solid), tablet, permen, syrup yang rasanya bermacam-macam, coba bayangkan kalo sang farmasis adalah orang yang kaku dan tidak sadar norma keindahan, anak2 akan lari terbirit2 saat harus minum obat demam atau batuk atau multivitamin, huufff leganya di dunia ini ada farmasis (bhahahaha).
Dan farmasis  gak kalah hebatnya dengan designer, kenapa?
Pernah anda membayangkan betapa rumitnya mempertahankan rumus senyawa kimia atau struktur suatu senyawa obat? Yang mereka itu akan sangat mudah beraksi dengan sinar matahari, suhu yang tidak sesuai, adanya air, atau mungkin tercampur dengan senyawa lainnya, oooohhh,,, tapi karena ketelitian mereka dan kelihaian mereka dalam mendesain sediaan obat hingga layak untuk dikonsumsi dengan tetap mempertahankan struktur senyawa obat, orang2 akan mendapat khasiat maksimal dari obat tersebut. Untuk mampu melakukan itu, seorang farmasisi harus benar2 mempelajari bidang kimia dalam hal kecepatan laju reaksi untuk mengetahui kapan obat mulai expired, suhu ruangan yang cocok, tekanan, tempat penyimpanan, dan syarat2 lainnya. Yes, FARMASIS IS THE EXPERT OF DRUGS.
Dan setelah saya berada di sini selama kurang lebih 7 bulan, kesimpulan untuk menjadi farmasis yang baik adalah anda tidak perlu memiliki otak jenius macam Einstein, cukup dengan kecerdasan rata2 atas minimal, dan yang paling banyak mendukung kesuksesan anda dalam bidang ini adalah ketekunan, keuletan, pantang menyerah,rasa  ingin tahu, kerapian, dan tidak cengeng. Cobalah hilangkan rasa melankolis anda saat hasil praktikum anda gagal atau anda memecahkan alat praktikum yang harganya berjeti2  hahahah. Selain itu kata pak dosen saya,” kuliah di farmasi itu sama halnya kamu di kawin paksa sama kimia” jadi intinya kamu harus mencintai kimia mau tidak mau dapat tidak dapat, ogah gak ogah atau kalau tidak hidupmu akan menderita selamanya, hahahaha. YES, I LOVE KIMIA. :P
SO, I PROUD TO BE FARMASIST 2016…

Jumat, 02 Maret 2012

it's a long long long long journey

My pharma
What makes you choose this faculty?
Mmmm,,, my destiny ._.
So, what’s your feeling about your destiny?
Mmmm, at the first I choose , deeply in my heart, I asked myself, “how can you get freak idea to choose it?” and my own answered “ because there’s no else”. But, did you know? This is the most grateful in my live, begun here, I found my new world, My Farma.. :D
Dari awal saya menjadi seoorang manusia yang mengerti sedikit tentang apa itu sekolah dan apa gunanya dari orag tua  dan lingkungan, otak anak kecil saya saat itu menangkap urutan kisah hidup seorang penuntut ilmu itu akan  berakhir di kehidupan yang kaya raya dan akhirnya bahagia.
Hah, mulaialah aku mencari bagaimana caranya untuk menjadi bahagia dan kaya raya. Perjalanan  menuntut ilmu sejak SD sampai SMA mulai ku lewati dengan bercita-cita, meski cita-cita itu kadang sedikit aneh dan di luar dugaan, pernah aku bercita2 ingin jadi pegawai bank yang cantik dan menawan (katanya sihh), pernah juga aku bercita2 jadi seorang seniman terkenal macam sujiwo tejo atau sastrawan macam chairil anwar, eh percaya ato engga sejak kecil aku udah punya penyakit bawaan suka ngarang puisi gak jelas dan suka banget gambar, pernah menang lomba lhoo, :D
Dan karena cita2 itu aku suka banget baca buku, buku apapun itu, entah komik (lalu aku mulai mengembangkan imajinasiku dengan membuat komik horror yang peminat satu2nya adalah teman sdku dan sepupuku, ya hanya mereka yang mengagumi kebodohan itu :D). pernah membuat puluhan cerpen, mulai dari cerita persahabatn, cinta yang kekanak-kanakan sampai yang bergenre misteri. Pokoknya aku suka banget yang namanya seni. tapi mungkin karena jiwaku yang lebih suka menutup diri, aku tidak terlalu fulgar dalam melakukan hal apapun, cenderung ingin dilihat biasa saja. jadi aku gak berlebihan dengan ikut ekskul seni atau apalah :D
SMA, karirku sebagai seniman mulai hilang, gara2 infeksi kelas unggulan dan semua pelajaran eksak yang mulai menyibukkanku, tapi kadang sesekali aku pernah membuat puisi saat aku jengkel pada temanku sementara aku tak dapat berkomentar apapun, dan puisi itu berhasil membuat ngkak temen sekelas yang lainnya saat tidak sengaja di baca, yaaaa,konyol. tapi di SMA juga aku berani ikut ekskul drama, hahaha. kalau di ingat-ingat sekarang, kadang hal itu butuh aku hapus dari memori masa lalu. tapi aku berhenti sesegera mungkin karena beberapa faktor termasuk pola pikir dan prinsip yang mulai matang. Karena keseringan di cekokin yang namanya ilmu alam, pola pikirku mulai berubah, menjadi seniman ternyata bukan hidup yang menggiurkan, apalagi pas tahu kisah hidup chairil anwar dan beberapa seniman kondang lainnya, OH NO!!! aku gak mau berakhir seperti itu. (ini anggapanku lhoo). Mulailah aku berganti cita2 menjadi seorang insinyur, aku mulai berpikir dewasa, menjadi seorang insinyur adalah pilihan yang tepat, di dunia yang serba canggih dan maju macam tahun 2012 ini dunia belahan mana yang itadk butuh seorang engineering? OK, I’LL BE ENGGINEER!! :D
Menjelang detik2 penentuan nasibku antara menjadi mahasiswa teknik atau gak kuliah sama sekali, pilihan itu harus rela kulepaskan. Terlalu banyak hal yang membuatku mengurungkan niat “mulia” itu. Aku gak bias ikut snmptn undangan, mau marah gak tahu mau marah sama siapa, mau nangis juga gak bisa bikin ketetapan pemerintah berubah gara-gara air mata. Akhirnya kupasrahkan pada Rabbku saja. Saat itu aku berkata dalam hati, “apa saja ya Allah yang penting Engkau meridhoinya dan orang tuaku bahagia, asal aku di kuliahin ya ya Allah, pliiiiis” permohonan itu harus menunggu waktu 2 bulan untuk mengetahui jawabannya. Kuputuskan untuk mencari arah lain yang juga menjajikan. FARMASI UNAIR. Hahahaha, hanya orang gila sperti aku yang  putus asa meninggalkan jurusan teknik dan memillih jurusan yang juga membunuh. Tapi ya sudahlah, saat itu hanya ada penawaran beasiswa dari UNAIR yang bisa aku ikuti. Dan Allah pun menjawabnya. HERE MY DESTINI, fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Saat baca pengumuman di internet, mataku yang berkaca2 mulai pecah kacanya dan meneteskan air mata (ngeeeeek). Ini yang namanya pilihan terbaik, pilihan Allah, :D
Dan aku mulai membuang jauh2 pikiran bahwa hidup itu akan bahagia dengan menjadi orang kaya. ternyata hidup itu akan bahagia saat semua kau pasrahkan pada-NYA saja. dan ternyata tidak perlu menunggu apa yang kita inginkan tercapai untuk bisa mengatakan kita bahagia, karena dalamperjalan hidup kita terlalu bayak hal manis yang patut di syukuri dan pantas membuat kita bahagia.

Then I live my life here, jadi calon apoteker. Tunggu saja apa yang akan terjadi pada hidupku di sini, hahahaha. APOTEKER 2016, IT’S IN ME!!!