Tampilkan postingan dengan label catatan ngaji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan ngaji. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

One Day Special "Jum'at"

tik tok tik tok....
suara ketukan bolpoint yang sedang berkonsentrasi dengan si Empunya yang lagi sibuk browsing-an

Pengen Sharing sesuatu yang pantas di share selain kegalauan hati  #eeeaaa
check it out!!!

One Day Special
selama berpuluh2 tahun aku hidup (yaelah, baru juga 20 tahun lebih 3 bulan) aku baru tau, ada satu hari dimana Rosululloh shallallahu 'alaihi wasallam meriwayatkan keistimewaannya. ada beberapa ibadah yang di khususkan dan atau mendapat "point" lebih di hari ini, here is JUM'AT MUBAAROK
buktinya???

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Sesungguhnya diantara hari yang paling afdhol bagi kalian adalah hari jum'at, Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan,dan pada hari itu akan ditiupkan sangkakala (kiamat), oleh karena itu perbanyaklah membaca sholawat pada hari jum'at, karena sholawat kalian akan disampaikan padaku". [SHAHIH. HR Abu Daud 1047, An Nasaa-i 3/91, Ibnu Majah 1636, Ahmad 4/8, Ad Darimi 1/369 Ibnu Khuzaimah 16, Al Hakim 1/278, Al Baihaqi 3/248].


1. jadi yang pertama, MEMBACA SURAH AS-SAJDAH DAN AL INSAN DI WAKTU SHOLAT SHUBUH KITA.

Ketika shalat Shubuh di hari Jum’at dianjurkan membaca Surat As Sajdah dan Surat Al Insan.
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alam Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuro” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.”
(HR. Muslim)

2. truuus, ada lagi... MANDI JUM'AT
Mandi jum’at ini menurut jumhur (mayoritas) ulama, hukumnya adalah sunnah (bukan wajib). Di antara alasannya adalah dalil, “Barangsiapa berwudhu di hari Jum’at, maka itu baik. Namun barangsiapa mandi ketika itu, maka itu lebih afdhol.” (HR. An Nasai, At Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).
Al Bahuti Al Hambali mengatakan, “Awal mandi Jum’at adalah ketika terbit fajar dan tidak boleh sebelumnya. Namun yang paling afdhol adalah ketika hendak berangkat shalat Jum’at. Inilah yang lebih mendekati maksud.” Imam Nawawi menyebutkan, “Jika seseorang mandi setelah terbit fajar (Shubuh), mandi Jum’atnya sah menurut ulama Syafi’iyah dan mayoritas ulama.”
Di antara keutamaan mandi jum’at disebutkan dalam hadits, “Barang siapa berwudhu’ kemudian menyempurnakan wudhu’nya lalu mendatangi shalat Jum’at, lalu dia mendekat, mendengarkan serta berdiam diri (untuk menyimak khutbah), maka akan diampuni dosa-dosanya di antara hari itu sampai Jum’at (berikutnya) dan ditambah tiga hari setelah itu. Barang siapa yang bermain kerikil, maka ia telah melakukan perbuatan sia-sia.”(HR. Muslim)


3. Emmm, apa lagi ya....BANYAK BERSHOLAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM


"Sesungguhnya salah satu dari hari kalian yg utama adalah hari jum'at, padanya Adam diciptakan, padanya dia dicabut nyawanya, padanya ditiupkan sangkakala, padanya kematian umum (hari kiamat), maka pada hari itu perbanyaklah shalawat kepadaku karena shalawat kalian ditampakkan kepadaku", Mereka bertanya,"Bagaimana shalawat kami ditampakkan kepadamu sementara engkau telah menjadi tulang yang lapuk?". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab,"Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi bumi untuk memakan jasad kami (para Nabi)". [SHAHIH. HR. Abu Daud, An Nasa-i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Di shahihkan oleh Al Albani dlm Shahih Targhib wat Tarhib II/696-14, jilid II hal 130].


4. then... MEMBACA SURAH AL-KAHFI

Dari Abu Sa'id Al Khudri, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Barang siapa membaca surat Al Kahfi pada hari jum'at, akan diberikan cahaya diantara dua jum'at". [Hasan Shahih. HR. Al Hakim 2/368,Al Baihaqi 3/249, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Irwa'ul Ghalil no. 626, juga ada riwayat lain yang menyebutkan di baca pada malam jum'at, oleh Imam Ad Darimi dengan sanad 
yang mauquf shahih].

5. the last is...  MEMPERBANYAK DO'A

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jum’at, lantas beliau bersabda, “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada hadits yang menyebutkan tentang kapan waktu mustajab di hari Jum’at yang dimaksud. Hadits tersebut adalah dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Waktu siang di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘Azza wa Jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘Azza wa Jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.” (HR. Abu Daud). Kata Syaikh Musthofa, “Walaupun sanadnya shahih, namun hadits tersebut memiliki ‘illah (cacat).”
Syaikh Musthofa Al ‘Adawi hafizhohullah berkata, “Sudah sepantasnya seorang muslim berusaha untuk memperbanyak do’a di hari Jum’at di waktu-waktu yang ada secara umum.” (Lihat Fiqh Ad Du’a, hal. 46-48).





Selasa, 18 September 2012

TRUE FRIEND


Tak mudah memberikan kasih pada semua orang, apatah lagi menemukan tempat berbagi di kala susah dan senang.
Di kala menemukannya pun, tak mudah pula mengajaknya untuk memiliki satu pemahaman. Dan lebih susah lagi untuk saling mengingatkan dalam kebenaran.
Saat diri mulai merasa nyaman, justru rasa nyaman itu terkadang yang memunculkan rasa tak nyaman untuk menegur dan berbagi kebenaran.
Dan aku mulai ketakutan, saat mengingat semua yang pernah kudengar…
Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Seseorang itu berada di atas agama temannya. Maka dari itu perhatikanlah oleh kalian siapa yang menjadi temannya.” (HR. Imam Ahmad 2/303 dan 334. Dari abu Hurairoh rhadiyallahu ‘anha)
Majalah Asy-Syari’ah No 63/VI/1431/2010 hal 10

Sungguh nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengibaratkan duduk dengan dengan teman yang jelek seperti duduk dengan pandai besi. Kalalulah bukan bajumu yang terbakar, setidaknya engkau akan mendapat bau yang tidak menyenangkan.

“Seseorang itu sesuai dengan perangai teman dekatnya. Maka dari itu, hendaknya sesorang diantara kalian memeriksa siapa yang akan menjadi teman dekatnya” (Hasan, HR. abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad dari sahabat Abu Hurairoh radiyallahu’anha) di hasankan oleh asy-Syaikh Al-Albani
Majalah Asy-Syari’ah No 63/VI/1431/2010 hal 14

Muhammad bin Sirin (Rohimahullaa hu ta’aala) pernah mengungkapkan:
“Sesungguhnya ilmu (pen :syari’at )itu adalah agama. Maka dari itu, perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agaman kalian” (Lihat Mukaddimah Shahih Muslim)
Asy-Syari’ah No 63/VI/1431/2010 hal 5

Dan aku memilihmu sebagai karibku…
Aku telah tak banyak berharap pada masa lalu yang telah lewat dariku.
Ia telah pergi jauh sekali dariku…
Yang kuperhatikan kini adalah bagaimana kau menarikku ke dalam barisan itu
Barisan para penjual minyak wangi, yang dapat berbagi wanginya denganku atau bahkan mungkin menghadiahkan minyak wangi kepadaku.
Telah berapa banyak manusia berhati tulus, telah tertipu oleh sahabatnya,
dan sudah terlalu sering berlalu kisah tentang masuknya kawan ke dalam dosa bersama sahabatnya pula.
Sahabat, apalah arti percintaan kita jika hanya berakhir dalam kebinasaan dan saling lupa disaat Dia bertanya tentang apa yang pernah terjadi pada kita berdua semasa di dunia.
Lalu disaat perhitungan telah dimulai, mulailah perselisihan diantara manusia-manusia yang dulunya mengaku sahabat setia, mereka saling menyalahkan, bahkan ada yang di lupakan. Sahabat, begitu berartinya dirimu dalam dunia dan akhiratku.
"Teman-teman karib pada hari itu (hari akhir) saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Az Zukhruf: 67)
Dan yang aku takutkan, kita sedang kehilangan taqwa…




Selasa, 15 Mei 2012

KENAPA AKU BERAGAMA ISLAM???


Kenapa aku memilih islam sebagai agamaku?
Pertanyaan itu mulai terbersit kembali setelah sekian lama aku melupakannya bhkan bingung harus menjawab apa saat takdir Allah memudahkanku untuk kembali menemukan jawabnnya.
Pagi itu, ada Ukhti fillah ngajakin aku ikut kajian jam 09.00 di Masjid Badrussalam Surabaya yang di adakan oleh kerja sama FSMS dan Pengusaha muslim, sebelum gowes ke kajian itu si mbak ngajakin mampir ke Ma’had Thaybah Surabaya buat menemani Mbak ini ngajar remaja-remaja putri di sekitar pondok tersebut membaca Al-Qur’an dan bahasa Arab, intinya sih sebenarnya aku juga diikutkan dalam “KBM” ini sebagai “murid” bersama beberapa anak SD lainnya (yaa, Cuma aku yang mahasiswa semester2 :p) wajah mereka imut-imut jauh beda sama diri yang udah guede ini -_-!!
Tapi ya gak papa lah, paling tidak meski terlambat, aku masih punya kesempatan untuk menikmati ilmu di pagi yang segar itu, jam 7 kita sudah sampai di lokasi. Udah ada beberapa anak yang dateng, kenalan, basa basi, dan memposisikan diri senyaman mungkin di hadapan teman baruku yang manis-manis itu.
Balajar di mulai dengan membaca Al-Qur’an Al-Kariim, Alhamdulillah,, meski Cuma dengerin adek-adeknya melantunkan beberapa ayat Al-Qur’an, ada setumpuk gejolah yang di dalamnya terkandung rasa malu namun  nyaman sekali dengan alunan suara sederhana mereka yang masih lugu. Seusia mereka aku juga ingat aku rajin sekali membaca Al-Qur’an karena di rumah kedua orang tua sangat gencar memotivasiku dengan tawaran pahala dan syurga Allah yang kekal, sekarang juga rajin sih InsyaAllah, tapi kadang semangat berjumpa Allah dan menikmati syurga-Nya memudar menyisakan kegiatan hampa makna dan terkesan seperti kebiasaan saja, Astaghfirullah… Ya, tidak ada yang lebih berdosa dari pada diri ini yang bertumpuk hina. Tapi setelah mendengar lantutan tulus dari generasi mungil ini, seolah aku temukan lagi, apa yang sebenarnya menjadi patokan hidup dan apa yang sebenarnya ingin diraih setelah akhir hidup.
Dan tidak disangka, manusia (aku) yang gedenya semua orang gak bakal mengngkari ini juga diikutkan dalam menerima “NASI KARE” (Nasihatku kepada Remaja) yang diberikan oleh seorang ustadz, dan pastinya karena seharusnya yang menerima nasi yang lezat itu kalangan anak-anak SMA ke bawah, kajian ini tidak ada hijab yang menutupi antara ustadz dan murid-muridnya, entah apa yang di bilang si Ustadz itu liat aku yang segede ini nongol di kajian untuk di bawah umur itu. Yaa semoga prasangka baik aku juga orang bodoh yang berhak menerima ilmu dasar itu bisa dijadikan alasan pemakluman. Nah, Ustadz disini berinteraksi saaaaangat hangat sekali dengan adik-adik itu, membuat mereka terlihat nyaman sekali menerima ilmu dari beliau, dan yang beliau tanyakan pertama kali saat setelah membuka dauroh adalah, “mbak, kenapa kamu, kamu, kamu, kamu semua beragama islam?” (maaf ya, selama ada ustadz itu aku nyungkel di balik anak yang badannya cukup lebar untuk menutupiku :D) dan ada adik yang menjawab, “karena orang tua saya beragama islam ustadz” polos sekali jawaban itu, dan tau, apa reaksi ustadznya???
“wah, berarti nanti kalau orang tuamu pindah agama kamu ikutan juga gak???”
Adik itu senyum-senyum sambil menggeleng lemah dan menudukkan kepalanya.
Hmmm, aku juga bingung mau jawab apa waktu itu jika seandainya ada yang bertanya kepadaku dengan pertanyaan yang sama, mungkin aku akan menjawab dengan jawaban yang lebih ilmiah dan dengan dalil-dalil yang rumit untuk orang awam pahami. Tapi Ustadz ini lalu menyediakan jawaban ringan dan jelas sekali dan pastinya semua orang memahami.
“Anak-anakku yang saaangat aku cintai, jika kalian menjawab seperti itu, lalu apa bedanya kita dengan kaum kafir yang menolak islam karena mereka mengatakan bahwa mereka mengikuti agama nenek moyang mereka???”
--JLEBB, OIYAAA!!!—
“ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". QS. Al Baqarah 170
Lalu sebenarnya apa jawaban tepatnya???
KARENA ISLAM ITU INDAH
Manusia mana di belahan bumi ini yang tidak senang akan keindahan?? Semua pasti tertaut hatinya pada keindahan.
Lalu Apa yang membuat islam itu indah???
  • Islam adalah agama yang benar
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam…” QS. Ali Imron 19        
  • Islam adalah agama seluruh nabi
Yaa, bukankah seluruh nabi diperintahkan untuk mendakwahkan Tauhidullah, hanya menyembah Allah, dan Allah menamakan orang-orang yang berada di jalan-Nya dengan sebutan muslim???

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.” QS. Al hajj 78
  • Beragama Islam di jamin masuk syurga
“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya." QS. Az Zumar 73

  • Islam adalah satu-satunya agama yang menyeru manusia untuk menyembah satu Tuhan
“Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.” QS. Al-Ikhlas 1
“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya[384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya[385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” QS.An-Nisaa 171

Yaa, sekarang itulah yang akan menjadi jawabanku pada dunia kenapa aku berada id atas agama ini, karena agamaku, agama islam, adalah agama yang indah :)





Minggu, 06 Mei 2012

TENTANG ORANG-ORANG YANG TIDAK PERCAYA TUHAN


TENTANG ORANG-ORANG YANG TIDAK PERCAYA TUHAN
Oleh    :  Ustadz Nur Yasin
Bismillah ini kajian kedua saya selama ada di Surabaya, hehehe. Tempatnya di wisma putri Thaybah. Pada tanggal 28 september 2011
Sebenarnya Allah telah menjelaskan panjang lebar di dalam beberapa Firman-Nya di dalam Al-Qur’an Al Kariim tentang manusia-manusia jahil yang tidak mengakui adanya Tuhan.
“Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” QS. Ar-Ra’du : 5
“Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi) ?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin” QS. Qaaf : 3
“Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru [1191]?" Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.” QS. As-Sajdah : 10
Lalu Allah subhanahu wa ta’aala membantah bualan manusia-manusia yang terlena akan kehidupan dunia ini dalam friman-Nya yang terbagi dalam empat metode.
1.      Allah subhanahu wa ta’aala berargumentasi dengan penciptaan langit dan bumi serta benda-benda di antaranya. Yang semua itu menjadi saksi dan kesempurnaan ciptaan Allah .
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” QS. Al-Isra’ :99
Dari metode ini Allah subhanahu wa ta’aala mengajak manusia untuk merenung dan memikirkan tentang Penciptaan-Nya.
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS. Al-Ahqaf : 33
2.      Allah subhanahu wa ta’aala berargumentasi bahwa Dzat yang menciptakan manusia pertama kali tentu lebih mampu untuk menciptakan manusia yang kedua kali (maksudnya di bangkitkan kembali)
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” QS. Al-Hajj : 5
“Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” QS. Ar-Ruum : 27
Memang hanya Rahmat dari-Nya lah yang dapat  menetapkan hati kita, ummat islam, di atas agama yang haq ini dan tidak membiarkan kita buta akan kekuasaan dan kesempurnaan Pencipta kita, Allah ‘Azza Wa Jalla. Untuk metode ke tiga tdan keempat insyaAllah  menyusul di tulisan saya berikutnya yaaa, semoga bermanfaat!!! J

Kamis, 03 Mei 2012

IBADAH SEBAGAI TUJUAN


OLEH : DR. Ali Musri Semjan Putra, MA.
(KETUA STDI IMAM SYAFI’I JEMBER)
Bismillah…
Sodara-sodara, Kali ini saya ingin berbagi secarik ilmu yang saya dapat dari kajian minggu tanggal 30 April di Masjid Baiturrahman bersama Ustadz tercinta, Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA.. kajian kali ini mengupas habis tentang ibadah dan beberapa pokok yang berhubungan dengan ibadah, berikut rangkuman yang saya dapat dari makalah Ustadz dan catatan yang saya dengar dari penjelasan Ustadz. Semoga bermanfaat  :)
PENTINGNYA IBADAH BAGI MANUSIA:
Ibadah adalah tujuan di ciptakannya manusia dan jin
“ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” QS. Az-Zaariyat : 56
Ibadah adalah perintah Allah kepada setiap manusia
“ Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan." Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu[533] di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)." QS> Al-A’raaf : 29
Ibadah adalah tujuan utama di utusnya para Rasul dan Nabi
“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?[649]. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” QS. At-Taubah : 70
Allah begitu baik bukan, tidak semena-mena menyuruh kita beribadah tanpa menurunkan petunjuk berupa wahyu yang di sampaikan pada Rasul-Nya, agar kita memiliki pedoman dalam beribadah kepada-Nya.
Ibadah adalah kebutuhan fitrah setiap manusia
Ibadah adalah sebuah bukti dari keimanan
Bukankah banyak di dunia ini manusia yang mengaku dirinya berislam, namun untuk sholat wajib saja, tak pernah mereka sempatkan, lalu di mana adanya iman itu di dalam hati jika tak ada gerak badan yang dapat menjadi bukti???
Ibadah adalah amanah yang di pikul oleh setiap manusia
            Seperti yang telah di jelaskan di atas, bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, tentu, ibadah adalah satu-satu amanah yang wajib di pertanggung jawabkan manusia kepada Allah. Lalu, sebenarnya apa sih Ibadah itu? Mari kita baca bahasan yang selanjutnya
Definisi Ibadah
Secara etimologi ibadah adalah tunduk, dan secara terminology ibadah adalah segala hal yang dicintai Allah dari perbuatan dan perkataan, baik lahir maupun batin.
Akan tetapi ibadah harus dilakukan atas dasar kecintaan dan ketundukan penuh kepada Allah. Cinta tanpa ketundukan tidak di sebut ibadah, sebaliknya, ketundukan tanpa ada rasa kecintaan tidak pula di sebut ibadah.
Ya, sodara-sodara, dalam beribadah kepada Allah, harus di barengi dengan rasa takut (khouf) akan adzabnya yang perih, rasa cinta (mahabbah) kepada Allah sehingga membuat kiya senang melakukan ibadah, dan tentu penuh pengharapan (roja’) akan ampunan Allah dan rahmat Allah berupa syurganya yangIndah nan kekal.
PEMBAGIAN IBADAH DAN BENTUK SERTA JENISNYA

Pembagian Ibadah di tinjau dari segi hubungannya dengan makhluk
  1.   .  Ibadah kauniyah (yaitu ketentuan-ketentuan Allah yang muthlaq terjadi tetapi belum belum tentu di cintai Allah ‘Azza Wa Jalla. Missal : Allah menciptakan Setan untuk mengganggu manusia, namun Allah sangat membenci perbuatan syaiton tersebut.)
  2.   . Ibadah Syar’iyyah (yaitu segala bentuk tindakan makhluk yang muthlaq Allah cintai namun tidak muthlaq terjadi. Misal : Allah merintahkan mmanusia untuk sholat, namun tidak semua manusia mengerjakannya. )
Pembagian Ibadah di tinjau dari sisi keshohihannya. 
  1. Ibadah Masyru’ah (ibadah yang di syari’atkan). Ibadah yang di syari’atkan adalah ibadah yang sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam. Karena syarat ibada yang dapat diterima di hadapan Allahadalah ibadah itu harus di lakukan dengan ikhlas semata-mata hanya unutk Allah dan sesuai tuntunan Rosululloh, salah satu keduanya tidak boleh di hilangkan dalam mencapai ridho Allah di dalam ibadah kita.
  2.   Ibadah Ghair masyru’ah (ibadah yang tidak di syari’atkan/ bid’ah)
    untuk ibadah yang satu ini saya tidak dapat berpanjang lebar karena membutuhkan penjelasan yang panjang dan insyaAllah pantas di sampaikan oleh orangyang berkapasitas ilmu tinggi. 

    Pembagian Ibadah di tinjau dari seg Hukumnya 
    1. Ibadah wajib 
    2.  Ibadah mandub (mustahab)
Pembagian ibadah di tinjau dari segi pelaksanaannya
  1. Ibadah yang di lakukan dengan hati, diantara jenisnya : beriman, ikhlas, bersyukur atas nikmat-nikmat Allah , berharap kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya sertaorang-orang mukmin, tawakkal, sabar, khusyu’, tawaddu’, takut kepada Allah, bertaubat.
  2.  Ibadah yang di lakukan dengan lisan, diantara jenisnya: mengucapkan kalimat dua syahadat, berdzikir, berdo’a, berdakwah, membaca Al-Qur’an, member nasehat, bertutur kata yang baik.
  3.  Ibadah yang di alkukan dengan anggota badan lainnya. Diantara jenisnya : shalat, puasa , haji hijrah, berjihad, berbuat baik kepada orang tua, berlaku adil dan menunaikan amanah, dst
  4.  Ibadah yang dilakukan dengan harta, diantara jenisnya : zakat, infaq, shodaqoh, berqurban, membantu  faqir miskin, anak yatim dan janda, mebangun masjid dan lembaga pendidikan islam, memberikan beasiswa kepada anak-anak terlantar, dst.
PENGARUH IBADAH BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 
  1. Ibadah membuat hidup tenang dan bahagia
  2.  Ibadah membuat manusia menjadi hamba yang seutuhnya
  3.  Ibadah akan membuka pintu-pintu berkah dari segala penjuru
  4.  Ibadah akan membuat umat ini umat yang Berjaya dan terhormat
  5.  Ibadah adalah jenjang untuk meraih keampunan dan Syurga Allah di akhirat kelak.
PENUTUP / KESIMPULAN

Beribadah adalah jalan hidup dan tujuan hidup seorang muslim di dunia ini, maka gunakanlah segala peluang dan kesempatan untuk beribadah dalam hidup.


Sabtu, 25 Februari 2012

PEMUDA YANG BERKUALITAS

24 september 2011, sore saat aku akan bertemu dengan ukhti fillah yang kukenal dari pendaftaran les bahasa arab perdanaku. Awalnya ia mengajakku untuk bias datang kajian di ma’had Thaybah, namun karena halangan kendaraan aku tidak bisa ikut, Alhamdulillah ukhty ini baik sekali dan bersemangat sekali mengajakku ikut kajian,terbalaslah rasa rinduku untuk menuntut ilmu Allah.
Akhirnya kita bersepakat untuk bertemu di depan kampusku, saat kucari dimana ukhty yang baik hati itu di tempat kita menaruh janji, tidak ada pemandangan lain selain wanita bercadar di atas motor saat itu. Aku ragu, tapi yakin, dialah yang aku cari. Bertemulah aku dengan dia dan saudaraku lainnya di ma’had Thaybah. senang sekali rasanya aku bisa bertemu mereka yang terasingkan dan mereka yang juga berusaha berjalan di atas sunnah, meski pada awalnya, aku terkejut melihat kontrasnya penampilanku dengan penampilan mayoritas mereka, tidak ada yang bisa aku banggakan dari diriku di hadapan mereka,  hijab mereka dan kebiasaan mereka, yang dulu hanya kudengar dari radio dan kubaca dari majalah-majalah ahlus sunnah, kini tampil nyata di hadapanku, membuat aku merasa begitu kerdil, di hadapan Allah ‘azza wa jalla.
Dan mulailah perjalananku menuntut ilmu bersama mereka yang senantiasa menopangku.
Bismillah, ini adalah catatan kajiaku yang pertama di Surabaya bersama teman2 sunnah yang aku cintai.
Afwan lupa nama ustadznya,,  tentang PEMUDA YANG BERKUALITA
beberapa keistimewaan pemuda di zaman Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam
ü  ali Bin Abu Thalib Radhiallahu ‘anha telah membunuh seorang pemuka kafir di perang badar pada usianya 20 th.
ü  ‘Arsy allah pernah bergetar karena kematian seorang pemuda yaitu Sa’ad bin Mu’adz radhiallahu ‘anha
ü  Yang di perintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an al Karim adalah seorang pemuda yang bernama Zaid bin Tsabit Al- Anshori pada masa khalifah Usman Bin Affan Radhiyallahu ‘anha

Penyebab keutamaan seorang pemuda di zaman Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah karena pengajaran langsung dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam membetuk karakter seorang pemuda, dan orang tuanya lah yang berperan dalam membawanya pada kebaikan, untuk menjadi pemuda yang kuat dalam keimanannya.
Setan tak pernah berhenti  menepati janjinya , ia konsisten dalam menggoda manusia, sedang manusia terkadang beristirahat dari menjalankan ketaatan.
Pemuda yang sukses adalah pemuda yang memiliki ilmu syariat, amat berbeda antara pemuda yang berilmu dan pemuda yang jahil.
“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. “ (QS. Az zumar : 9)
Sebagai perumpamaan saja, kedudukan anjing yang berilmu (terlatih) dibedakan dengan kedudukan anjing yang tidak terlatih. Karena anjing yang terlatih hasil tangkapan (hasil buruan) nya di hukumi halal.
Imam Asy- Syafi’I berkata : Seorang pemuda di lihat dari dua kedudukan yakni ilmu dan ketaqwaannya. Jika tidak ada pada dirinya dari keduanya maka takbirilah 4 kali (karena sudah di anggap mati).
Pemuda yang berkualitas saat dirinya telah berilmu, mka selanjutnya ia harus mengajarkannya. Karena dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.”(QS. Ali Imron 104)
Setelah berilmu pula kita wajib bersabar atas ujian dari orang lain.
“Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.”(QS. Luqman 17)
Lalu selalu mentaati perintah Allah ‘Azza a Jalla dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang paling utama mengerjakan perintah Allah ‘Azza Wa Jalla dan paling pertama menjauhi larangan-Nya adalah seorang muslim.
Seorang pemua juga membutuhkan tazkiyatun Nafs , bagaimana ia membersihak hati dan dirinya dari apa-apa yang berbau maksiat.
Dan alangkah seharusnya seorang pemuda menjaga pergaulannya.
“ Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara : (1) waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) waktu sehatmu sebelum datang watu sehatmu (3)masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu (4) masa luangmu sebelum datang masa sibukmu (5) hidupmu sebelum dating kematianmu” [HR. Al Hakim dalam mustadroknya, di katakana oleh Adz-Dzahabi dalam At- Talkhis berdasarkan syarat Bukhori Muslim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al- albani dalam Al-Jami’ Ash- Shoghir]
Semoga bermanfaat untukmu wahai para pemuda ^^