Tampilkan postingan dengan label i'm inside. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label i'm inside. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2016

MAMPIR

2 tahun lebih dari postingan terakhir hahaha.
Cukup lama juga bagi seorang afina untuk bisa berubah dalam 2 tahun terakhir, dan cukup lama juga bagi seorang blogger abal-abal untuk mengingat bahwa dia pernah jadi penulis di blog. :D
well, Anggap saj aini momen mengenang, tentang seperti apa dulu seorang afina. dan membandingkan, apa saja yang berubah dari seroang afina.
First...
Aku sudah wisuda
Then...
Tidak ada yang berubah.
Last...
Let me take my time to get along with my old post, with my old mind, my everything in past in this blog.
The very last...
I'll close it soon X)

Senin, 03 Maret 2014

Mana Yang Lebih Kamu Kenal ?!


Bismillaah, alhamdulillah hari ini hari pertama kuliah semester 6, mata kuliah pertama hari ini kebagian fitofarmaka, apa itu fitofarmasi? Kayaknya saya juga gak fasih kalo suruh njelasin apa itu fitofarmasi, tadi aja udah kena semprot gegara bikin istilah dan definisi baru, ha-ha. Intinya hikmah dari mata kuliah sekaligus wahana spot jantung tadi dan sebenarnya juga inti dari pesan seluruh dosen ku adalah keabsahan ilmu yang kita miliki, dari mana kita mendapatkan ilmu itu, apa yang manfaat ilmu kita dan bagaimana kita mengaplikasikan seluruh ilmu yang kita miliki menjadi kesatuan yang bermanfaat utnuk menjalankan profesi seorang apoteker . Dari situ, pribadi termotivasi untuk benar-benar memahami setiap seluk beluk yang harus saya kuasai dalam bidang kefarmasian.
Lalu, juga terbersit dalam benak, untuk menjalankan pekerjaan menjadi apoteker yang baik, untuk tidak membuat jengkel dosen gegara kita gak siap praktikum, selama ini pribadi merasa begitu getolnya (untuk ukuran pribadi penulis :D) dalam mempersiapkan diri dengan belajar, baca banyak referensi, dan mengerjakan tugas dengan rapi dan cekatan. Ini termasuk urusan dunia, yang efeknya mungkin hanya di transkrip nilai dan masa depan pekerjaan. Alhamdulillah, setelah diberi sengatan tajam dari pengenalan fitofarmasi tadi yang tersengat juga sampai urusan ibadah yang efeknya jauh menyangkut kehidupan pribadi setelah ini yang lamanya tak sebanding dengan lama kerja kita sebagai apoteker, atau 8 semester kuliah, hehe.
Betapa sering atau selalu diri ini lalai dalam mempersiapkan ibadah kita di hadapan Allah, kadang pribadi sangat hafal bagaimana proses pembuatan tablet yang benar, metode apa yang harus digunakan untuk bahan obat yang berbeda sifat fisiko kimianya, lalu apa saja yang dapat meningkatkan kekerasan dan kompaktibilitas obat, tapi apakah pribadi benar benar paham bagaimana tata cara rosululloh sholat dalam setiap harinya, dalam setiap rokaatnya, kapan kita boleh menjamak sholat, dalam kondisi seperti apa qashar dijadikan sebagai keringanan, dan dzikir apa saja yang rosululloh baca saat setelah sholat fardhu, setelah sholat tahajjud, sudah berapa banyak bacaan yang kita hafal dari banyak bacaan yang rosululloh ajarkan? Apakah benar kita dapat menghafalnya sefasih dan secermat kita menghafal cara pencampuran bahan obat atau sepaham kita memilih sediaan yang tepat untuk bahan obat yang mudah terdegradasi? Yang mana yang lebih kita hafal? Yang mana yang lebih kita pahami? Yang mana yang lebih kita kenal? Agama kita atau dunia yang sebentar saja?
Kadang tak jarang terdengar dekat telinga dari teman teman tersayang, atau juga pernah dilakukan oleh pribadi jika ditanya atau di protes mengenai ketidak tahuan kita mngenai hukum agama yang wajib kita ketahui, serta merta berkata “ah maklum lah orang awam, aku kan bukan orang alim, bukan anggota SKI” tanpa setelahnya berusaha untuk mencari tahu dan memperbaiki kesalahan kita. Pribadi tidak akan membahas tentang syari’at yang terlalu rumit seperti ilmu faraid (waris) atau fiqih ini dan itu, mari koreksi pribadi, tentang sholat yang merupakan tiang agama, yang merupakan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat, yang merupakan ibadah yang dapat mencegah dari perbuatan munkar, adakah diri ini benar-benar telah menguasai setiap hokum gerakannya, apa saja sunnah-sunnah di dalamnya, apa saja yang menjadi syarat sah nya, apa saja rukunnya, apa saja yang membatalkannya? Sudahkan kita tahu??? Paling tidak, bisakah kita menyebutkan satu atau dua saja referensi rujukan mengenai fiqih ibadah sholat dari ulama???
Pribadi, tidak alasan atau udzur apapun yang dapat kita hadapkan pada Allah untuk ilmu agama yang mendukung sempurnanya ibadah wajib kita. Jika ada yang berkata, kebaikan itu tak hanya sholat, islam itu luas, Allah juga menilai setiap kebaikan yang kita lakukan pada sesama dan pada alam, tapi tidakkah akal kita yang selama ini terlalu sering kita banggakan merasa heran sendiri, apakah tidak mengherankan kita dapat ikhlas membantu sesama, dapat mengerti setiap cabang islam yang luas dan mencakup seluruh gerak gerik kita, jika untuk berakhlak baik di hadapan Allah saja kita tidak tahu, untuk memahami setiap nama-nama indah-Nya saja kita tidak sempat, untuk mengenal kasih sayang-Nya dan  mengenal Murka-Nya saja kita tidak tahu, bunga tak pernah tumbuh dengan sendirinya, tanpa akar yang tersirami dengan baik.
Belum lagi waktu kita banyak kita habiskan untuk melakukan kegiatan di luar kuliah seperti mengikiuti organisasi, organisasi pada dasarnya tidak dilarang di dalam islam, selama di dalam organisasi tersebut tidak ada perbuatan yang menyimpang dari aturan agama dan bermanfaat bagi dunia kita lebih-lebih bagi akhirat kita, namun tak banyak dari kalangan mahasiswa yang sedang senang-senangnya mengikuti organisasi, mereka paham betul apa visi misi organisasinya, siapa pendirinya, program kerja apa saja yang akan dilakukan, bahkan menghafal mars nya, dan memajang benderanya di setiap jengkal kehidupannya, apakah itu kita lakukan pada bendera islam? Apakah itu kita terapkan pada apa yang yang harus kita tahu mengenai apa saja landasan dalam beragama? Siapa saja yang patut kita ambil ucapannya dalam agama? Ayat-ayat apa saja yang bisa kita hafal dari Firman-Nya? Lebih jauh mana pemahaman kita dalam hal bagaimana rosulolloh dan para sahabatnya beragama dengan bagaimana program kerja organisasi kita sesuai dengan visi misinya? Yang mana yang lebih kita tata rapi, sholat lima waktu kita, jadwal membaca Al-Qur’an kita, atau jadwal rapat kegiatan organisasi? Belum lagi jika dalam kegiatan organisasi tersebut kita telah melakukan penyimpangan terhadap agama, atau bahkan telah melakukan kebohongan besar dalam beragama, dimana islam di hati kita? Dimana Allah dan rosul-Nya dalam pertimbangan kita?
Jika sudah ditanya kecenderungan yang pribadi  lakukan dalam kehidupan, apakah pada dunia ataukah pada penyerahan diri terhadap Rabb kita, sangat bohong jika pribadi tidak mengakui bahwa semboyan “dalam hidup itu kita harus imbang antara beribadah dan bekerja” tidak pernah berlaku dalam keseharian pribadi manusia.  Karena tampak dengan mata dan akal kita jika kita mau merenunginya, manusia telah menipu dirinya sendiri.
Diri, mana yang lebih engkau kenal? Dunia atau Tuhanmu yang telah menjanjikan kehidupan yang lebih baik daripada dunia?
Tulisan ini adalah bentuk perenungan pribadi dan catatan yang semoga suatu hari nanti, jika pribadi tergelincir pada kekeliruan seperti diatas, dapat mengingatkan kembali pada apa yang seharusnya di gigit dengan geraham kuat-kuat.
“Ya Allah… sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku dengan kedzoliman yang teramat banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan darimu, dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Maha penyayang” [Shahih Bukhari 834, 6326, 7387, 7388]

Kamis, 05 September 2013

Kau Itu Siapa???

Kau itu gunug atau bumi? kadang mudah terhampar, kadang bersusah tuk di tapak.
Kau itu bagaimana?
Berdiri berikan jalan
lambai tangan tak beri harapan
Kau itu...
Tunggu dulu
Biar sebentar aku rasa atau kira,
apakah kau berjalan ataukah gentanyangan
Kau itu apa yang baru saja kau cabik?
Sebongkah kau bilang?
Ini segenggam, malah hanya itu yang aku punya.

Kau bilang kau tak tahu?
Lalu siapa yang tahu?
Hatiku?
Hatimu tidak?
Yang benar saja...

Samudera pandang terlanjur kuterjang
Inikah rasa menangis akibat tenggelam
Kululuhkan sejenak tahan
kelupasi setiap tiang-tiang yang dulu kupancang.

Kututup saja kali ini
Tapi Kau itu, Siapa?
Kalau sudah kutemukan mungkin,
lepaslah jeruji berkarat
Tapi kapan...
Kau itu siapa???

Jumat, 01 Maret 2013

PROLOG(ue)


Ibarat novel, hari-hari kuliah juga punya tahapan episode yang kian hari kian menuju klimaksnya. Minggu ini anggap saja bagian dari sebuah prolog dari kisah perjalanan semester empat ke depan.
Sebelum hari-hari yang membutuhkan “survive” extra datang, aku ingin menyemangati diri sendiri lewat prolog ini, untuk tidak malas bahkan tertarik untuk membaca(alias melewati) hari demi hari ke depan…
Oke… PROLOG (UE)
Seperti biasa, syarat buat ikutan kuliah tiap semesternya musti KRS-an dan cari kelas, berhubung aku kuliahnya sistem paketan nih ceritanya, jadi mau gak mau harus ikut alur mata kuliah yang harus aku ambil tiap semesternya, ada sih yang boleh diambil di luar paket (kayak pake hemat aja), Cuma aku lebih suka tepat waktu dan tidak terburu-buru (muahaha, ngeles). Jadi ceritanya, buat semester ini yang wajib diambil itu 21 sks, sedikit bagi sodara-sodara yang kuliahnya gak ada ngelab, buat yang di fak.Farmasi nih atau fak lain yang 1 sks praktikumnya sebanding dengan 2 sks kuliahnya, ini bikin ngilu kepala sodara-sodara, dan lebih membuat krik krik adalah praktikum nya 10 sks, jadi waktu bergelimang di kampus sama dengan ambil 31 sks. (gak lucu)
Hari senin…
Jam Sembilan pagi udah stand by nih ceritanya buat menyambut mikro-Imuno-Parasitologi, 4 sks kuliah, 1 sks praktikum, prolog dari si Mikro-imuno-parasitologi ini,
“mikroorganisme itu apa aja sih macemnya, yang mana sih yang patogen atau non-patogen? Gimana bisa sih si makhluk imyut ini menginfeksi tubuh kita? Trus apa sih respons tubuh kita dalam menyambut kehadirannya???” –OK, tertarik—
Abis itu jam 11-12.30 break sholat n makan (dan mengurusi kesibukan lainnya yang tidak kalah menguji kesabaran)
Jam 13.00 teeeeet kemaren masih responsi nih buat praktikum, 3,5 jam duduk di atas kursi tanpa sandaran mendengarkan dosen mendongeng tentang KLT, Spektrofotometri UV-Vis dan sahabat2nya itu ternyata efektif sekali mempercepat ngantuk daripada sedativum, dan juga bikin tulang remuk, selama 3,5 jam itu si ANALISIS FARMASI I (masih ada yang ke-2 kok) itu berprolog…
“Quality control, Quality Assurance, bio availability, bio equivalency, research and development, Active pharmaceutical ingredient, HPLC, KLT, Spektrofotometri UV-Vis could be summarized into one word, PHARMACIST” –MONG—melting—proud—nervous—
Pulang dengan sedikit rasa bangga menjadi calon orang yang sangat berpengaruh besar dalam terapi sebuah penyakit, tapi juga dengan rasa khawatir, Can I make it???
Hari Selasa…
Berhubung matakuliahnya sama kaya hari senin, jadi yang di bahas –idem—
Cuma lucunya, di praktikum mikro-imuno-parasitologi itu main sama yang namanya bakteri, dicuil-cuil, diwarnai, di intip-intip pake mikroskop, sedikit khawatir terkontaminasi -_-‘’
Hari Rabu…
Setelah ketiga kalinya berturut-turut tiap semester ketemu sama yang namanya mata kuliah PRESKRIPSI, berhubung udah yang ketiga kalinya, jadi namanya juga PRESKRIPSI III. Masih ada yang mengira ini mata kulaih artinya SEBELUM SKRIPSI gak??? Jangan salah paham sodara-sodara, ini bukan berarti saya udah mau skripsian, preskripsi disini adalah bahasa serapan dari bahasa inggris PRESCRIPTION yang artinya RESEP, ketipu yaaa? :D
Si Sohib PRESKRIPSI III ini memulai prolognya hampir mirip sama dengan yang kemaren2,
“Bagaimana seorang farmasis mengolah suatu resep mulai dari diterima dari pasien sampai di serahkan lagi ke pasien dalam bentuk sediaan obat, apakah obatnya sudah benar dalam proses peracikannya, apakah terjamin stabilitasnya? Apakah terjamin kualitasnya sampai diminum oleh pasien? Apakah terbungkus dalam bentuk yang meyakinkan? Apakah dan apakah… semua diperiksa, setiap kesalahan mendapat nilai minus.”(yang bisa-bisa membuat nilai kamu se absolute donut).

Abis mojok sama si PRESKRIPSI III di lantai dua, jam satu musti siap-siap ketemu dosen-dosen hebat dari departemen KIMIA FARMASI buat mata kuliah KIMIA SINTESIS. Sebenarnya, si KIMIA SINTESIS ini anaknya si tuan KIMIA ORGANIK I dan nyonya KIMIA ORGANIK II, melahirkan mata kuliah baru yang isinya nurun dari bapak sama emaknya. Cuma buat si anak, kita gak pake teori lagi, langsung TO THE LAB.
Ketemu sama “DOSWAL  gueh” si Prof yang terkenal galak padahal lebih mirip nenek ngomong sama cucunya, keliatan kolot tapi perhatian bweud,si KIMSIN dan pasukannya berprolog…
“Mau tidak mau, suka tidak suka, buat menunjang kebutuhanmu bisa ngulek-ngulek sediaan obat, melintiri kandungan senyawa aktifnya pake alat-alat HIGH-Tech, lu lu pada musti nge-Lab sama alat-alat itu, tau cara aman main sama alat-alat LAB, tau metode apa aja yang bisa dipake buat test pake alat-alat semacam Kromatografi dan sahabat-sahabatnya, kalo ga gitu, bukan Farmasis namanya” –mbongkari si tuan KIMOR I dan nyonya KIMOR II “LAGI”—

Hari Kamis…
-gombal ala Farmasi Fisik Edition-
Jadi ceritanya mulai jam 08.00 sampe jam 13.00 giliran si Farm.Fis ini yang berprolog, berhubung ini mata kuliah menguasai sehari penuh, prolognya agak-agak panjang dan…
“Manusia dan Karbon… dua makhluk yang sama-sama dilihat diniali dari proses pengolahnnya.
Karbon adalah senyawa yang memiliki tiga bentukan, yaitu arang, grafit, dan intan. Bicara masalah intan dan arang, keduanya sama-sama berbahan dasar karbon, tapi lihatlah nilai ekonomisnya, lihatlah bagaimana manusia memperlakukan keduanya? Berbeda bukan? Yang satu lebih dicari dan diberi harga mahal karena keindahannya dan kemampuannya yang luar biasa, intan, dengan proses pembuatan yang membutuhkan waktu lama, tempaan demi tempaan, dalam temperature yang tinggi, menghasilkan konsistensi yang kuat, berkilau, dan mampu memotong baja. Arang, dihasilkan dari pembakaran tak sempurna, banyak dimana-mana, cepat mendapatkannya, tapi harganya…??? Begitu pula manusia, pilihlah salah satu bentuk yang kita inginkan, Arang atau Intan?” –eeaaa—
Hari Jum’at…
SIMPLISIA DAY, si farmakognosi menambah goresan pelangi dalam wahana farmasi :D
Si Farmakognosi ini berprolog…
“Tuhan menciptakan Gen dalam tubuh manusia dengan kemampuan tidak dapat rusak meski telah berbentuk fosil, setiap manusia punya karakteristik masing-masing yang bisa di kenali oleh orang di sekitarnya. Kita nih sebagai farmasis, yang hidup di sekitar banyak tumbuhan berkhasiat, harus hapal juga sama karateristik dan silsilah tumbuhan mulai dari apakah dia punya bulu di ketiak daun, silsilah keluarga berikut nenek moyangnya, sampe yang namanya ciri-ciri anatominya. Jadi kalo diaduk-aduk sama tumbuhan laen, kita bisa liat yang mana yang sodaraan, yang mana yang punya tepung, yang mana yang baunya wangi, sampe yang berasa pait to the max bisa ketahuan. LUAR BIASA. Dan jangan berputus asa dengan masa depan jamu dan herbal di Indonesia, Herbal medicine bisa saja diterapkan di Indonesia dengan kekayaan SDA nya yang luar biasa, cumaaa gimana caranya nih si farmasis membujuk-bujuk seantero-Indoneisa yakin bahwa pengobatan herbal itu juga menjanjikan bahkan jauh lebih aman J
Harusnya, hari ngampus berakhir jam sebelas setelah kuliah FArmakognosi, cumaaaaa I couldn’t describe what I have done after that, it’s too too too menggeramkan (aaapaaa coba??!! -_-!)
Hingga akhirnya kepulangan ke kos sampai jam 18.00 sore, kalo udah begitu jangan dekat-dekat saya, bisa-bisa aromanya ngalah-ngalahin Asam Asetat, bhahahaha. :D
Okeee. Itulah MINGGU PROLOG(UE) kuliah semester IV di fakultas farmasi Universitas Airlangga tercinta.
Before My Hectic day is Coming, I gotta “manufacturing” a ton of SPIRIT.


Senin, 14 Januari 2013

edisi "KE to the PO"


Kadang KEPO itu tidak selamanya buruk kok. hehehe.
Baru selesai ujian nih, langsung semua mua di cek, dari email, fesbuk, tweet, dan akun sosmed yang lain.
Biasanya saat hari-hari sibuk dan penuh dengan jadwal padat, yang sempat saya lihat hanya notif yang penting-penting aja, timeline jarang diplototin, bahkan lebih milih gaming dari pada chit-chat sama teman2 di sos net.

Nah berhubung sekarang lagi jadi pengangguran semalam, hampir semua akun yang saya rindukan saya buka satu persatu, hihihi.

Pertama, akun fesbuk punya sahabat saya yang jarang banget dibuka, update terakhir yang dia tulis, seperti ini : "Apa kabar iman hari ini? :) "

Secara spontan, sistem syaraf pusat memberi komando untuk mengeluarkan respons pada pertanyaan yang diakhiri dengan emotikon senyum itu, dalam hati "aku sedang sakit :("

Pertanyaan itu sering dilontarkannya tiba-tiba lewat pesan singkat di hape saat kita sudah lama tidak berkomuniaksi karena kesibukan masing-masing. Dia adalah salah seorang sahabat terbaik sepanjang masa, meski dari luar dia lebih terlihat seperti sales girl yang pinter banget ngoceh ketimbang terlihat sebagai seorang akhwat yang kalem dan penuh kelembutan, tapi saya yang tahu seperti apa keteguhannya mempertahankan kebanaran pada prinsipnya, saya yang tahu, hanya dia dari sekian banyak akhwat di muka bumi ini yang dapat saya rasakan ketulusannya saat bertanya, "Fina, apakabar iman hari ini?" "Fina, aku kangen kamu" "Fina, kapan kita ketemu?"
Sahabatku, pohon akan segera tumbang jika tak ada tanah sebagai penopang. Sahabatku, apakabar???

Kedua, akun seseorang yang sangat saya kagumi karena keluasan ilmunya, dalam akunnya dia menulis sebuah kutipan :"Jangan malas"

Dia adalah salah seorang yang memotivasi saya secara tidak langsung untuk terus belajar ilmu dien, meski tidak bisa sehebat dia, paling tidak saya harus melakukan yang terbaik, untuk ukuran seorang yang sudah tahfidz, yang sudah hafal ratusan hadits, yang diberi kesempatan belajar di negeri Rosululloh shollallahu 'alaihi wasallam, dia tidak butuh banyak kalimat untuk menegaskan akar kesuksesannya, hanya "JANGAN MALAS" itu sebabnya saya juga menempel dalam jidat saya secara abstrak kata-kata itu. jangan malas ya Finaaa....!!! buat yang disana, yang hanya saya tau namanya, sorry ya saya kepoin. semoga kalimatmu yang singkat itu tidak hanya bermanfaat bagi saya. gomapseupnida!!!

Ketiga adalah teman SMA saya yang dulunya sama-sama ngaji dengan saya, dulu kami sempat punya hubungan dekat dan sering berbagi tentang ilmu agama, qodarullah... saya dan teman-teman yang lain harus keluar kota untuk kuliah, semntara dia tetap tinggal di kota kami. Dulu, kita sering bercanda tentang foto perempuan yang mudah sekali nemplok di dinding sos net, di dunia maya mereka mengupdate dengan segala pose, kita bilang "wah, jangan sampai ya, hijab masih tidak bisa melindungi kita dari pandangan pria asing (begitu singkatnya, mengenai obrolan panjang kita tentang bagaimana harus bersikap di dunia maya). Awalnya, dia bilang dia kesepian dan kekurangan teman berbagi, awalnya juga dia sering menghubungi saya, awalnya juga saya sering tetap berbagi dengannya. tapi lama kelamaan, kesibukan menghampiri dari berbagai sisi, mungkin ini juga bagian dari kesalahan diri pribadi.

Akunnya sudah berubah total, dari yang dulu hanya berfotokan bunga atau animasi, kini ada dua manusia, wanita dan laki-laki. statusnya berubah total, dari yang dulu berbau hadits, nasihat penyejuk hati, tautan ceramah agama, kini berganti kalimat-kalimat rindu pada nafsu, untaian-untaian ketidak sabaran menanti yang halal, catatan yang dulu selalu berisi semangat untuk terus berjuang menapaki menara iman, kini terhapuskan oleh berbaris-baris puisi cinta.

--Saya tidak menyalahkan orang yang jatuh cinta, bahkan saat saya menulis posting ini pun saya sedang jatuh cinta pada banyak hal, tapi... saya masih memilih kata TAPI untuk jatuh cinta pada laki-laki dan berkoar koar tentang cinta yang tak pernah terjadi itu, yaa tidak pernah terjadi cinta pada sesuatu yang tidak berlandaskan cinta-Nya. tidak ada bagi saya. sebelum saya menikah, meski harus sempat menyukai laki-laki, saya tidak akan menyebutnya cinta, dibilang suka mungkin iya, disebut nafsu pasti iya.--

Melihatnya, membuat saya mendapat pelajaran berharga secara nyata, bagaimana akibatnya jika hidayah tak diajaga, bagaimana hidup tanpa penopang dalam beriabdah kepada-Nya, bagaimana memperturuti hawa nafsu, bagaimana dan bagaimana. Mungki memang saat ini saya sedang tidak jatuh pada cinta buta, tapi siapa tahu saya telah jatuh pada aktivitas buta, buta makna, buta pahala, buta ikhlas. Mungkin nafsu tidak mengajak saya untuk bercinta, tapi siapa yang tahu nafsu sudah mengajak saya untuk malas, tidak peduli, dan sebagainya, Mungkin hidayah tidak hilang dari saya tersebabkan jatuh cinta, tapi mungkin saja hidayah hilang bersama hilangnya amalan-amalan sunnah, bersama pupusnya muhasabah, bersama sederet rantai jenuh beribadah. Hidayah itu,,, HARUS DIJAGA!!!!
untuk temanku, semoga kau segera menemukan penopang, semoga Allah melindungi kita diatas rahmat-Nya dan ampunan-Nya. aamiin.

Haaaah, kepo kali ini, banyak memberi arti bagi perbaikan.

_Back to My profile_LOG OUT_ DISCONNECT_Shut down_ Tutup Lepi_ merenung diatas bed bersama Spongebob.




Kamis, 27 Desember 2012

The Greatest Green

Yatta...
kemarin mataku dihidangkan dengan sebuah warna yang mendominasi dunia di zaman lalu, hijau zamrud.
bergegas dari surabaya yang kusam terus menuju daerah Kebun Raya Purwodadi di kabupaten Malang. Setengah jam dari keberangkatan, selama perjalanan, ada beberapa kalimat terekam dalam memo di ponselku, "Ada satu alasan mengapa Tuhan menciptakan dunia dengan hijau mendominasi di atasnya, karena warna hijau adalah satu-satunya warna yang dapat menyejukkan penglihatan. ia terpancar oleh suatu panjang gelombant tertentu dari sinar putih yang terserap benda, dan sebagian terpantul ke arah mata. hingga timbullah persepsi Hijau." AWESOME!!!
Sebenarnya, saya bukan penggemar warna hijau, kecuali baju saya yang beli tahun lalu, saya tidak punya barang lain yang berwarna hijau. Bahkah mengetahui bahwa hijau itu benar-benar indah, baru kemarin setelah saya melihat semua tanaman mulai dari perdu, herba, sampai pohon yang tinggi menjulang gagah dengan hijaunya. Seolah mereka berpadu kompak menyetel sebuah persepsi yang indah dengan HIJAU. Bukan berarti ini pertama kalinya saya melihat warna hijau (sungguh tidak mungkin). hanya saja, warna hijau yang kemarin tertangkap mata, benar-benar mendominasi Landscape di sekitar. Intensitasnya pun bermacam-macam, mulai dari yang sangat tuaaa sekali dan terlihat begitu segar, ada yang muda lembut dipandang, ada juga yang sedikit pucat terlihat hidup di tempat kering. kata ilmu kimia Organik, semua tergantung pada lebar dan ketajaman pita absporbsi, semakin sempit dan tajam, warna akan terlihat semakin cerah, ditambah gugus auksokrom seperti senyawa nitrogen dan hidroksi, gugus kromofor pembawa warna akan menampakkan kecerahannya. lagi-lagi, AWESOME!!!

Lewat ponsel mungil yang sederhana, aku juga ingin mengabadikan pemandangan romantis di kebun Raya Purwodadi kemarin, meski sempat iri dengan teman-teman yang jeprat-jpret dengan kamera DSLR nya, SAMSUNG 1.3 megaPixel di tangan juga harus disyukuri, bhahahah.
nah yang di atas itu hasil shoot di bagian Taman Mexico, semua di kelilingi tumbuhan tropis dengan ciri tanaman berduri dan batang berair, ada satu tanaman yang paling aku suka bentuknya, sayang, gak ada label namanya... Ini nih... kaya juluran selendang tuan putri di zaman dongeng Sd, muehehe.

Sebenarnya, perjalanan kemarin itu adalah kegiatan wajib fakultas di semester 3, Praktek Kerja Lapangan getooh, dibawah naungan departemen Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Univ. Airlangga, tujuannya mengenal Tanaman Obat secara langsung dan mengidentifikasi tanaman obat di tempat, ketiga kalinya untuk pengalaman berharga ini satu kata, AWESOME!!!
Untuk tanaman Obat apa saja yang sudah berhasil saya telusuri, see you on next post, 또 만나요 !!! :D

Selasa, 20 November 2012

WELCOME BACK...


Seperti membuka lagi lembar diary yang berikutnya…
Apa kabar blogkuuu??? (dan para penggemarnya!!! :3)
Yattaaaa…. Akhirnya ada waktu untuk kembali menari bersama imajinasi dan jemari…
Hmmm, setelah laaaaaama sekali kehilangan inspirasi, sekarang sudah ada banyak sekali yang ingin terluapkan, berkat kepulangan ke pulau garam di seberang sana…
Oh Madura…
Sudah berapa lama kita tak bersua?
Disana, matahari dan teriknya masih saja setia,
Menambah aroma tropis bersama angin di ujung pesisirnya.
Debu-debu yang ikut melayang bersama lenggokan udara, meski membuat wajah kusam dan kumal…
Tetap saja aku menaruh rindu yang mendalam.
Long weekend kemarin berbeda dengan yang ada sebelumnya, banyak sekali ajakan ajakan dari luar yang berbisik agar aku tak diam di rumah saja, berkemul hingga matahari tepat di atas kepala, atau hanya sekedar makan dan makan dan makan dan… Makan!!!
GOES TO GRANDPA’S VILLAGE,BLUEBERI (BLUMBUNGAN BELOK KIRI)!!! HAHA…
Sudah cukup aku di sekap di diantara lebatnya polusi udara Surabaya, sudah cukup aku di kepung oleh praktikum sana-sini, CUKUP! Sekarang waktunya duduk berjejeran bersama emak dan keluarga besarnya di lahan belakang rumah, belajar memanjat pohon mangga pada sepupu yang masih belasan tahun, makan mangga secara LIVE, dan memandangi cerahnya horizon di balik mekarnya bougenville milik tetangga. Haaaaaaaah, Terima Kasih Duhai Robbku Yang Maha Indah, kau jadikan sore itu layaknya pelayanan dunia bintang lima.
Cukup sepersekian detik saja aku dapat menangkap lega…
Menengadah ke atas langit biru cerah mempesona
Lalu minum satu gelas bersamamu di bawah rindang lahan sambil tertawa ria.
Ibu, jika saja aku tak punya hari-hari sulit di Surabaya.
Mungkin aku tak akan pernah punya rasa bahagia seperti ini setelahnya.
Jika saja aku tak punya beban beban berat di luar sana,
Mungkik aku tak akan pernah tahu seperti apa itu hidup bebas sekejap saja.
Aku tak pernah menyesal melepas jemarimu dari pipiku
Aku tak pernah menyesal tak dapat tidur sekamar lagi denganmu
Karena jarak dan waktu, telah membuatku lebih merasakan siapakah seorang ibu bagiku.
Emak, bantal paling empuk sejagad raya, pemandangan paling menyejukkan seantero dunia.
Emak, nimat Allah yang sempurna.
Hari ini kita lupakan sejenak bahaya rodamin B dalam sirup yang kita minum tadi berdua.
Hari ini kita lupakan bahaya saos menjijikkan dalam bakso yang kita beli di laur sana.
Hari ini kita hanya akan mengingat bahwa aku bersamamu, dan kau tak kesepian lagi.

Setelah lama sekali tidak mengayuh sepeda…
Go…!!! Keliling alun-alun kota dekat rumah terlihat lebih memuaskan daripada makan Ice cream McDonald gratisan.
Dan yang paling tidak dapat tergantikan dari kepulangan ke rumah adalah, Masakan emak dan ikan laut yang selalu tersaji dengan nikmatnya. Surabaya tak pernah punya cumi gratis yang enak sekali rasanya seperti di rumah, Surabaya tak pernah punya udang segar gratis yang gurih sekali dalam balutan peyek, Surabya tak pernah punya penjual nasi yang bersedia memasakkan keinginanku tanpa minta bayaran apa-apa. Hahaha, kalau sampai Surabaya punya itu semua, dipastikan Indonesia telah menjada Negara terkaya dan tebaik hati di dunia. :D
Dan Madura…
Adalah bara api pengobar semangat di dalam dada.
Iya tak akan pernah mati sekalipun hujan tiba.
Seperti api abadi yang tertanam indah di dalamnya.
Haaah, nafas panjang dengan mudahnya keluar bersama senyuman setelah empat hari kembali ke perkampungan, sepi namun tak pernah membosankan. Rumah itu benar-benar surga nomor satu di dunia, bantal dan kasurnya terasa lembuuuuut sekali, dan sepoi anginnya, lebih aku nikmati daripada AC di RK tiga dua (Yang tiap 30 menit sekali Mati OTOMATIS)
Empat hari berlalu, Saatnya kembali menyapa Suramadu dan berkata, “Aku akan kembali, untuk waktu yang dekat setelah ini… Tetaplah berdiri kokok di atas selat mungil ini. Daa!!”
SURABAYA, aku siap menerima seranganmu dengan SIAGA
Fighting!!! ^^

Selasa, 18 September 2012

TRUE FRIEND


Tak mudah memberikan kasih pada semua orang, apatah lagi menemukan tempat berbagi di kala susah dan senang.
Di kala menemukannya pun, tak mudah pula mengajaknya untuk memiliki satu pemahaman. Dan lebih susah lagi untuk saling mengingatkan dalam kebenaran.
Saat diri mulai merasa nyaman, justru rasa nyaman itu terkadang yang memunculkan rasa tak nyaman untuk menegur dan berbagi kebenaran.
Dan aku mulai ketakutan, saat mengingat semua yang pernah kudengar…
Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Seseorang itu berada di atas agama temannya. Maka dari itu perhatikanlah oleh kalian siapa yang menjadi temannya.” (HR. Imam Ahmad 2/303 dan 334. Dari abu Hurairoh rhadiyallahu ‘anha)
Majalah Asy-Syari’ah No 63/VI/1431/2010 hal 10

Sungguh nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengibaratkan duduk dengan dengan teman yang jelek seperti duduk dengan pandai besi. Kalalulah bukan bajumu yang terbakar, setidaknya engkau akan mendapat bau yang tidak menyenangkan.

“Seseorang itu sesuai dengan perangai teman dekatnya. Maka dari itu, hendaknya sesorang diantara kalian memeriksa siapa yang akan menjadi teman dekatnya” (Hasan, HR. abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad dari sahabat Abu Hurairoh radiyallahu’anha) di hasankan oleh asy-Syaikh Al-Albani
Majalah Asy-Syari’ah No 63/VI/1431/2010 hal 14

Muhammad bin Sirin (Rohimahullaa hu ta’aala) pernah mengungkapkan:
“Sesungguhnya ilmu (pen :syari’at )itu adalah agama. Maka dari itu, perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agaman kalian” (Lihat Mukaddimah Shahih Muslim)
Asy-Syari’ah No 63/VI/1431/2010 hal 5

Dan aku memilihmu sebagai karibku…
Aku telah tak banyak berharap pada masa lalu yang telah lewat dariku.
Ia telah pergi jauh sekali dariku…
Yang kuperhatikan kini adalah bagaimana kau menarikku ke dalam barisan itu
Barisan para penjual minyak wangi, yang dapat berbagi wanginya denganku atau bahkan mungkin menghadiahkan minyak wangi kepadaku.
Telah berapa banyak manusia berhati tulus, telah tertipu oleh sahabatnya,
dan sudah terlalu sering berlalu kisah tentang masuknya kawan ke dalam dosa bersama sahabatnya pula.
Sahabat, apalah arti percintaan kita jika hanya berakhir dalam kebinasaan dan saling lupa disaat Dia bertanya tentang apa yang pernah terjadi pada kita berdua semasa di dunia.
Lalu disaat perhitungan telah dimulai, mulailah perselisihan diantara manusia-manusia yang dulunya mengaku sahabat setia, mereka saling menyalahkan, bahkan ada yang di lupakan. Sahabat, begitu berartinya dirimu dalam dunia dan akhiratku.
"Teman-teman karib pada hari itu (hari akhir) saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Az Zukhruf: 67)
Dan yang aku takutkan, kita sedang kehilangan taqwa…




Selasa, 11 September 2012

HANYA SAJA INI MASIH BUKAN WAKTUMU

Ada apa hati?
Aku sedang merasa iri...
Pada?
pada apa-apa yang tidak bisa aku raih, namun dengan mudahnya mereka giring ke sana kemari.
Lalu, karena itu kau berguncang hebat?
Yaa, keras sekali pukulan itu.

Sempat aku menertawakan hati yang dengan segera melunjak kaget mendengar berita bahagia menimpa kebanyakan orang, namun padaku, ia tak kunjung datang.
Sempat aku menangisi hati yang tak kunjung sadar, bahwa ia sedang ditipu oleh kebahagiaan itu, untuk terus berlari jauh dari rasa syukur.
Padahal mungkin, ia masih tak terlalu sering merasakan lonjakan perih itu, jika dibanding dengan orang yang baru saja... baru saja menemukan titik nadir kepiluannya, dan datang pada mereka rasa bahagia.

Sebenarnya hatiku,,, jika kau mau menghargai waktumu, dan sabar berjalan bersamanya, dia pasti akan mempertemukanmu dengan apa yang kau tunggu.
Jika sabarmu bersamanya hanya berisi kecurigaan, mana mungkin ia memberimu kepercayaan.
jika sabarmu bersamanya selalu ditengahi keputus asaan, mana mungkin ia memeberimu semangat penantian.

hatiku, biarlah orang lain merasakan waktu mereka dengan tenang, baik itu bahagia maupun kesedihan.
Allah telah memberimu waktu sendiri.
tak perlu kau terus berkhayal ia mempersebahkan gelimangan dunia di hadapanmu.
Asal kau tetap menjadikannya teman setia untuk berbuat kebaikan.
Tidak ada lagi yang perlu kau khawatirkan.

Hatiku, aku tau kau sedang kecewa, tapi... Mungkin saja kita bisa mencari kebahagiaan lain di luar sana, bersama waktumu...
tentang bahagia itu... Hanya saja ini masih bukan waktumu.
Mari tersenyum bersamaku, jasadmu yang selalu setia menurutimu.

Selasa, 05 Juni 2012

berbisik pada dua arah


Sambutlah aku masa depan, selamat tinggal masa kelam…
Tempat baru ini adalah lompatan dari ujung pulau…
Menapak dengan penuh ketakutan
Banyak yang aku sesali di tempat seberang,
Dan banyak yang harus dan akan kubenahi di tempat ini, tempat perjuangan.
Meski di awal perjalanan…
Sulit sekali kutemukan angin yang dapat kusapa atau hujan yang siap menyejukkan suasana.
Kurasa banyak sekali lumatan-lumatan masa kelam yang masih kutemui disini
Namun, beruntungnya diri ini…
Bisa bertemu dengan unta di gersang dan tandus padang pencarian.
AKU MENEMUKANNYA!!!
Hidupku, jalanku, YANG BARU!!!
Segera ingin kulepas semua compang camping pakaian masa lalu,
Dan segera kusambut rona wajah yang baru,
Ingin kesentuh, lalu kucium sebagaimana aku mencium ibuku…
Namun, betapa susah menyapa dirinya…
Seolah rasa bahagiaku bertemu dengannya, tak sama dengan rasa bahagianya bertemu denganku.
Sementara dibalik punggungku masih tersisa robekan baju yang begitu usang dan ingin sekali kutanggalkan.
Namun tanganku tak sampai untuk menjangkau, barangkali ia masih merasa tak sepadan dengan aku yang masih tercemar, sementara dia telah rapi bercadar.
Baiklah, aku mengaku…
Aku tengah melalui safar, bagiku ini adalah jalan yang panjang, harus kuteguk perlahan agar dapat kucerna dan tak kumuntahkan.
Sungguh ia adalah sari yang manis lagi menyegarkan.
Namun, lihatlah mulutku… masih terlalu sempit untuk menampung semua masuk ke dalam lambung.
Beri aku kesempatan.. beri aku kesempatan… untuk membersihkan diri dari puing-puing masa laluku.
Sungguh aku ingin menjadi bagian darimu, karan aku tahu, kaulah rombongan yang akan mengantar pada tempat abadiku…
Namun, bekalku masih tak sebanyak yang lainnya, masih harus ku kumpulkan perlahan, dan mungkin harus kutemukan tas baru untuk itu.
Berbahagialah bertemu denganku…
Jika kau adalah secercah matahari setelah gulita masaku, semoga aku menjadi satu kayu dalam jembatan menuju kebunmu.
Bermanis mukalah menyambutku…
Jika kau adalah pelipur di tengan jerat masa lalu yang masih  mengintaiku, semoga aku menjadi setetes embun di pagi harimu.
Aku mencintaimu…
Namun maklumilah jika aku masih melirik kearah belakang, karena aku sedang berusaha, membersihkan setiap debu yang melekat di balik lengan, karena aku masih baru mebersihkan badan.

Masa lalu, akan kutinggalkan dirimu perlahan.
Aku tahu kau tahu bahwa aku mencintaimu, namun tak sepatutnya cinta diantara kita membuatku tersesat di tengah jalan, hingga kita berdua teperosok pada lembah yang teramat dalam.
Terbiasa, dulu menjadi sebuah alasan bagiku untuk bertahan.
Namun, aku tak bisa membiasakn diri terus terusan bersungkur dalam pahitnya kegelapan.
Aku butuh kebenaran yang indah, bukan keindahan yang menutupi kebenaran.
Aku butuh kebenaran yang utuh, bukan kebenaran yang terpilih.
Aku butuh ilmu dari empunya, bukan dari hasil otodidak yang hanya diajari kulitnya.
Dah, kau… wahai masa lalu, kau tak dapat memenuhi semua yang kupinta.
Meski begitu, tak kupungkiri, kau telah menyuapiku beberapa darinya, namun yang menyakitkan, kau menyembunyikan bagian paling manisnya.
Kini, meski aku masih terlihat olehmu, janganlah berharap aku masih dekat denganmu,
Kini, meski aku masih terasa olehmu, jangan mengira aku masih ada pada dirmu.
AKU TELAH KELUAR DARI LENGKARANMU.
Aku bukan bagian dari penganut dogmamu.
Aku bukan pengikut rentetan teori semangatmu yang miskin ilmu.
Aku tak mau lagi berada di situ.
Aku tak sudi lagi kau tarik ke dalamnya.
Aku benar-benar tak sanggup.
SAMBUTLAH AKU MASA DEPANKU, SELAMAT TINGGAL MASA KELAMKU.



Minggu, 06 Mei 2012

Nilaiku mana???? Nilaikuuuuuu....

Yaaaaaaa, kadang saat kita telah menunjukkan keseriusan dalam berusaha, seluruh daya dan upaya telah sampai pada titik penghabisannya... dengan sigap kita bekerja melawan badai dan topan yang telah bersiap menyapu habis semangat kita (lebaaay)



daaaaaaaaaaan, ternyata kamu sukses melalui tahap berusaha dan bekerja dengan baik, MAKSIMAL.


kamu akan lebih semangat lagi bukan, untuk mencapai akhir??? yang ada di pikiranmu adalah, aku akan sukses, aku akan melalui ini semua dengan sempurna yeeeey !!!







SELESAI. Setelah lama menunggu dengan jantung bergoyang-goyang dan mata tak henti melototi ruang koreksi dosen.. Dag... Dig... Dug...


yaaaaaaaaa, never thing the result on the way, cz it an unexpected. fufufufu, inilah hasil dsri kepedean (mungkin). praktikum 2,5 jam yang dari awal sampai akhir sudah aku lakukan semanksimal mungkin, dan hasil yang di peroleh sesuai dengan prosedur, ternyata oh ternyata, tidak sesuai dengan dugaan dan harapan, hahha. aku dapet nilai 30, pedih sodara-sodara.





yaaaaaa, terimalah semua yang disuguhkan di hadapanmu, bukankah itu arti hidup yang sebenanya??? berjuang menerjang badai, namun saat badai itu memang di takdirkan untuk menyeret ke pusaran kesedihan, bertahanlah sampai ombak membawamu kembali ke tepi. dan mulailah dari awal lagi, tidak sulit, hanya butuh proses dan waktu :D CEMUNGUDH FINAAAAAA!!!!


Rabu, 02 Mei 2012

BADAI, PASTIKAH KAU BERLALU???


Setiap kehidupan pastilah ada kepiluan,
Karena hanya syurga ynag menjanjikan sejatinya kebahagiaan.
Dunia ini kawan, memang tercipta sebagai ujian,
Sadarilah itu dalam setiap sempit dan lapang.
Bilamana datang sebuah bencana hebat menggoyahkan .
Di kala hujan air mata terasa deras menyikapi durjanya kehidupan
Di kala pundak terasa ngilu memikul derita.
Maka biarkan imanmu menenangkannya,
Biarkan penyerahan diri sejati menghentikan isak tangisnya
Lalu serahkanlah pikulan berat itu pada yang kuasa, lewat harap dan do’a tiada putus asa.
Hati mana yang tak pernah tergores luka?
Jiwa mana yang tak pernah tercabik duka?
Mimpi mana yang selalu tercapai dengan sempurna?
Dan kehidupan mana yang luput dari kesulitannya?
Dan cinta, haruskah semua terbalaskan?
Manusia mana di belahan bumi ini yang tak pernah sesak dada atas uji dan coba?
Semua pasti telah melaluinya
Hingga saat hati telah menderu sebuah Tanya, “BADAI PASTIKAH KAU BERLALU???”
Maka tegaskan pada imanmu, ada kemudahan setelah kesulitan.
Tegakkan jiwa lunglaimu, dengan keoptimisan pada Rahmat-NYA yang meliputi jagad raya.
Percayalah bahwa setiap rindu yang belum terbalas,
Pada setiap mimpi yang belum menyapa,
Pada semua kenyataan yang menyesakkan dada,
Akan datang suatu hari dimana semua luka terobati,
Akan tiba saatnya dimana semua janji akan di tepati.
Dan kesabaranmu, akan berbau harum di syurga nanti.
Percayalah, Badai pasti berlalu…